Tentang Air Mata

Setiap orang punya air matanya sendiri

Untuk ditunjukkan depan sahabat atau dalam sunyi

Yang tidak ingin dikeluarkan sebab takut tangisnya membanjiri

Yang jika dikeluarkan takut tak bisa disudahi

Air matanya, mungkin akan ia simpan dalam malam yang sepi

Dalam sujud-sujud panjangnya

Dalam doa-doa panjangnya

Air matanya, sungguh telah ditumpahkan kepada sebaik-baik penyembuh

Hingga keesokan hari, sekitarnya tidak akan pernah menyangka

Bahwa ia dan air mata selalu bertemu dalam malam tanpa bisa dihindari

Ga akan ada namanya cinta bertepuk sebelah tangan dan ga ada kata patah hati bagi orang yang jatuh hati sama Allah, malah hatinya makin berbunga-bunga, makin bahagia, dan makin meleleh sama cinta-Nya Allah.

 

Tau ga tempat curhat terbaik ?

Qur’an. Kita baca, lalu tiba-tiba muncul keajaiban seolah Allah menjawab masalah kita dari ayat quran yang sedang kita baca.

Ga percaya ? 

Buktiin aja. Allah sedekat itu loh, tapi kita lebih sering lupa.

Kunang-Kunang

Apa kenangan masa kecil yang paling kamu ingat ?

“Menyaksikan kunang-kunang ditengah sawah diwaktu dini hari.”

Ya, itu adalah jawaban saya bila ditanya dengan pertanyaan seperti itu. Saya masih ingat kisahnya. Sebuah “kesulitan” yang malah membuat saya menyaksikan pemandangan yang menakjubkan.

Saat itu saya masih TK, kami sekeluarga pulang kampung dengan bus karena kampung kami yang sulit bila dijangkau dengan kereta. Bus yang kami tumpangi berjalan terlalu lambat dan beberapa kali terjebak macet yang tidak normal hingga singkat cerita kami sampai terlalu malam dari waktu perjalanan normal. Pukul 00.00 kami sampai di terminal dan sudah tidak ada angkutan umum. Pukul 02.00 akhirnya ada satu angkot yang bisa kami naiki meski hanya sampai pasar dimana masih lumayan jauh juga dengan rumah nenek waktu itu. Turun dari pasar, kami berjalan kaki ke rumah nenek, yang jaraknya jauuuuuh pokoknya. Selama perjalanan itu saya menggerutu terus dengan memegang baju Mama karena lumayan ketakutan lewat jalanan yang super gelap karena masih dini hari. Saya masih ingat beberapa kali menyeruduk Mama karena saya yang berjalan terlalu cepat saking ketakutannya, kanan kiri hanya ada sawah yang gelapnya ga kira-kira. Lalu setelah mulai berani memandang kanan kiri, saya mulai merasakan pemandangan kelap kelip seperti bintang tapi ini di bumi, aneh pikir saya, semakin dekat saya dekati ternyata itu kunang-kunang. Dan banyaaaaak sekali kunang-kunang. Saya berdiri dan berhenti berjalan cukup lama. Saya tersenyum sumringah sekali menyaksikan ini. Bapak membantu saya menangkap satu, agar saya bisa lebih dekat melihat seperti apa kunang-kunang itu, lalu melepasnya lagi.

Itu adalah momen masa kecil yang paling membahagiakan.

Menyaksikan kunang-kunang di tengah sawah diwaktu malam dini hari.

Dan kejadian itu, berawal dari sebuah “musibah” menurut saya.

Maka kisah kunang-kunang ini akan selalu menjadi penyemangat hidup saya, bahwa musibah apapun yang dihadapi, Allah pasti menyiapkan kebaikan dan keindahan di perjalanannya. Bila kita lebih sedikit peka. Hikmah itu ternyata tersebar disekitar.

Alhamdulillah Allah karuniai saya kisah kunang-kunang ini untuk menjadi bekal saya di perjalanan-perjalanan berikutnya. Alhamdulillah.

Kamu bisa APA ?

Kalau kita mengikuti berita di berbagai media massa, kalau kita benar-benar menyimak dan berpikir. Kita akan sadar bahwa, Indonesia kini sedang kritis.

Tadi saya menonton sebuah video dialog antara wakil rakyat kita dengan beberapa mahasiswa, lalu saya menangis. Sedih karena mahasiswa diusir. Sedih karena kecewa dengan wakil rakyat yang telah kita pilih seperti ini sifatnya.

Lalu saya berpikir, sampai kapan kita terus berpikir individual, hanya berpikir kita dan keluarga kita makan apa hari ini, besok, dan segala rencana hidup kita yang lain.

Kalau ada begitu banyak orang cerdas di Indonesia, tapi kenapa wakil rakyat kita terkesan orang yang bodoh dan egois. Apa Indonesia kehilangan wakil rakyat yang peduli dan gigih memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. Apa Indonesia sudah kehilangan orang yang seperti itu?

Sejak kuliah saya tidak pernah bisa melupakan segala kondisi ini. Saya sering berpikir dan berakhir ketakutan sendiri tiap memikirkan kelak Allah bertanya pada saya, “Kenapa kamu diam saja saat ada banyak orang di sekelilingmu dizalimi? Kenapa kamu menutup mata pada kesalahan saudaramu sendiri? Kenapa kamu tidak menyebarkan ilmu yang telah kamu pelajari? Kenapa kamu tidak membantu saudaramu yang kelaparan dengan harta dan ilmumu? Kenapa kamu tidak mengingatkan pemimpinmu yang menyalahi syariat-Ku? Kenapa kamu shaleh sendiri? Kenapa kamu tidak menggunakan lisanmu untuk sekedar mendoakan para pemimpin dan saudaramu? Kenapa kamu egois sekali? ”
.

.

.

Selemah-lemah iman seseorang adalah dengan berdoa. Maka menyelipkan doa untuk kebaikan negeri ini juga adalah kewajiban untuk semua orang yang masih merasa punya iman. Meski ini masih usaha terminim. Maka didampingi dengan kerja semoga lebih menguatkan iman. 

Jika engkau ingin agar hatimu menjadi lunak, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.

-H.R. Ahmad-

Ramadhan (Day 24) – Waktu Berharga

Alhamdulillah sudah di hari ke-24 ramadhan. Alhamdulillah masih Allah sampaikan dihari ini meski ada orang lain yang usianya sudah tidak sampai bertemu lebaran, contohnya tetangga saya yang meninggal mendadak tadi pagi. Maka saya makin terhenyak untuk memanfaatkan tiap detik di sisa umur ini. Untuk menampar diri kalau perlu, agar tidak menyia-nyiakan tiap detik sisa ramadhan ini.

Yang waktunya tanpa kita sadari telah sia-sia dan nirfaedah semisal, baca story instagram, ngobrol tentang hal duniawi, nonton tv, atau tidur terlalu lama hingga kehilangan waktu ibadah malam, dan segala jenis bentuk kesia-siaan lainnya. Yang lebih parahnya lagi, kita tidak sadar telah menukar waktu berharga itu.

Waktu berharga dimana ibadahnya lebih dari seribu bulan.

Waktu yang sangat berharga hingga malaikat turun berdesakan.

Waktu yang terlalu berharga itu, menyedihkannya, kadang terlewat begitu saja. Tanpa disadari. Tanpa penyesalan.

Padahal kebaikan dan keuntungannya terlalu dan sangat berharga untuk dilewatkan. Astagfirullah.

Semoga mulai detik ini hingga akhir nanti, kita senantiasa sadar untuk terus memanfaatkan tiap waktu yang Allah beri dengan sebaik-baik ibadah dan setulus ikhlas perbuatan.

Semoga Allah mampukan.

Blog at WordPress.com.

Up ↑