Cinta paling Tulus

Sabtu kemarin ada kejadian yg cukup menyentuh terjadi, saat itu kami berada dalam suatu kelas. Guru kami bertanya kepada seorang laki2 tentang pertanyaan yg sangat sederhana, ‘apa film favoritmu?’.

Segera sy membayangkan dia akan menjawab transformers, ninja ashasin, iron man, atau sejenisnya yg sy kira umum disukai laki2.

Tapi ternyata jawabannya tak tertuga.

UPIN IPIN adalah film kesukaannya. Alasannya karena itu film kesukaan anaknya, dan ia jadi sering menonton itu karena anaknya. 

Jawaban yg menunjukkan pada saya bahwa cinta orang tua itu menembus ruang dan waktu, begitu sederhana jawabannya, tapi begitu dalam maknanya. Kesukaan anaknya adalah kesukaannya pula, kebahagiaan anaknya adalah juga kebahagiaannya. Jawaban yg membuktikan pada sy bahwa cinta dr orang tua terlalu tulus dan sampai kapanpun tak pernah bisa dibalas dengan yg serupa. Terlepas dr berbagai kekurangannya, kebaikan dan pengorbanan mereka terlalu besar untuk disakiti dan dilukai. Jangan sampai kita menyakiti mereka hanya karena satu dua perbedaan. Cinta mereka terlalu tulus untuk dikhianati hanya karena ego sendiri. Maka selagi Allah beri waktu, memuliakan mereka adalah usaha yang bisa dikerjakan.

Jangan terlalu jauh memikirkan cinta yg lain padahal ada cinta nan indah yg Allah karuniakan, yaitu cinta tulus dr kedua orang tua kita. 

Advertisements

“Sesungguhnya Allah gembira menerima taubat hamba-Nya, melebihi kegembiraan seseorang diantara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas. “

– H.R. Al Bukhari dan Muslim- 

Manusia kuat, ialah dia yang harapannya hanya kepada Allah saja bukan berharap pada yang lain, semisal manusia. Ia tidak akan pernah kecewa, sebab ia yakin, Allah tidak pernah mengecewakannya. 

Kalo kata Aa Gym, “Tujuannya ke Allah aja, Allah lagi, Allah terus. “

Tentang Air Mata

Setiap orang punya air matanya sendiri

Untuk ditunjukkan depan sahabat atau dalam sunyi

Yang tidak ingin dikeluarkan sebab takut tangisnya membanjiri

Yang jika dikeluarkan takut tak bisa disudahi

Air matanya, mungkin akan ia simpan dalam malam yang sepi

Dalam sujud-sujud panjangnya

Dalam doa-doa panjangnya

Air matanya, sungguh telah ditumpahkan kepada sebaik-baik penyembuh

Hingga keesokan hari, sekitarnya tidak akan pernah menyangka

Bahwa ia dan air mata selalu bertemu dalam malam tanpa bisa dihindari

Ga akan ada namanya cinta bertepuk sebelah tangan dan ga ada kata patah hati bagi orang yang jatuh hati sama Allah, malah hatinya makin berbunga-bunga, makin bahagia, dan makin meleleh sama cinta-Nya Allah.

 

Tau ga tempat curhat terbaik ?

Qur’an. Kita baca, lalu tiba-tiba muncul keajaiban seolah Allah menjawab masalah kita dari ayat quran yang sedang kita baca.

Ga percaya ? 

Buktiin aja. Allah sedekat itu loh, tapi kita lebih sering lupa.

Kunang-Kunang

Apa kenangan masa kecil yang paling kamu ingat ?

“Menyaksikan kunang-kunang ditengah sawah diwaktu dini hari.”

Ya, itu adalah jawaban saya bila ditanya dengan pertanyaan seperti itu. Saya masih ingat kisahnya. Sebuah “kesulitan” yang malah membuat saya menyaksikan pemandangan yang menakjubkan.

Saat itu saya masih TK, kami sekeluarga pulang kampung dengan bus karena kampung kami yang sulit bila dijangkau dengan kereta. Bus yang kami tumpangi berjalan terlalu lambat dan beberapa kali terjebak macet yang tidak normal hingga singkat cerita kami sampai terlalu malam dari waktu perjalanan normal. Pukul 00.00 kami sampai di terminal dan sudah tidak ada angkutan umum. Pukul 02.00 akhirnya ada satu angkot yang bisa kami naiki meski hanya sampai pasar dimana masih lumayan jauh juga dengan rumah nenek waktu itu. Turun dari pasar, kami berjalan kaki ke rumah nenek, yang jaraknya jauuuuuh pokoknya. Selama perjalanan itu saya menggerutu terus dengan memegang baju Mama karena lumayan ketakutan lewat jalanan yang super gelap karena masih dini hari. Saya masih ingat beberapa kali menyeruduk Mama karena saya yang berjalan terlalu cepat saking ketakutannya, kanan kiri hanya ada sawah yang gelapnya ga kira-kira. Lalu setelah mulai berani memandang kanan kiri, saya mulai merasakan pemandangan kelap kelip seperti bintang tapi ini di bumi, aneh pikir saya, semakin dekat saya dekati ternyata itu kunang-kunang. Dan banyaaaaak sekali kunang-kunang. Saya berdiri dan berhenti berjalan cukup lama. Saya tersenyum sumringah sekali menyaksikan ini. Bapak membantu saya menangkap satu, agar saya bisa lebih dekat melihat seperti apa kunang-kunang itu, lalu melepasnya lagi.

Itu adalah momen masa kecil yang paling membahagiakan.

Menyaksikan kunang-kunang di tengah sawah diwaktu malam dini hari.

Dan kejadian itu, berawal dari sebuah “musibah” menurut saya.

Maka kisah kunang-kunang ini akan selalu menjadi penyemangat hidup saya, bahwa musibah apapun yang dihadapi, Allah pasti menyiapkan kebaikan dan keindahan di perjalanannya. Bila kita lebih sedikit peka. Hikmah itu ternyata tersebar disekitar.

Alhamdulillah Allah karuniai saya kisah kunang-kunang ini untuk menjadi bekal saya di perjalanan-perjalanan berikutnya. Alhamdulillah.

Blog at WordPress.com.

Up ↑