Terima Kasih

This post was from the older blog. Posted on October 18, 2014


Untukmu si melankolis, agak sulit memahami sifatnya, gerak-geriknya, dan bicaranya. Terkadang terlihat kaku namun sering membuat gelak tawa pada akhirnya. Baru pertama kali aku memiliki seorang teman yang puitis, melankolis, dan romantis. Ya, itu kau. Terima kasih telah menunjukkan padaku bahwa melankolis tidak selalu buruk dan menyedihkan.

Untukmu si peneduh, melihatnya, mendengar suaranya, dan berdiskusi dengannya selalu menyenangkan dan meneduhkan. Aku menyebutnya dewi kelembutan, mungkin ini karena efek suaranya yang lembut. Baru pertama kali aku memiliki seorang teman yang hampir tidak pernah marah. Ya, itu kau. Meskipun setiap manusia pasti memiliki sifat naturalnya, yaitu nafsu. Tapi kau mampu menjaganya dengan baik. Terima kasih, ternyata jalan itu bisa dilihat dengan kesabaran dan ketenangan. Terima kasih Ya Rabb yang telah menghadirkan sahabat yang sholehah seperti dia.

Untukmu si gigih. Seseorang yang selalu bersemangat 20 kali dari manusia biasa. Seseorang yang memiliki tanggung jawab besar namun tak pernah kulihat keletihan di wajahnya karena senyumanlah yang selalu menghiasi hari-harinya. Inilah perwujudan dari orang yang menggeluti passionnya, inilah wanita yang mempraktekkan peribahasa “DO what you LOVE and LOVE what you DO”. Terima kasih telah menceriakan tiap manusia di sekelilingmu, termasuk aku. Tetaplah seperti ini, menebar api semangat sejauh jangkauan tanganmu.

Untukmu si pemikir. Berada dekatmu membuatku merasa menjadi manusia yang lemah otak. Karena segala langkah dan kesimpulan yang kau katakan selalu terpikirkan secara matang dan sistematis. Kau pandai menghubungkan simpul kusut menjadi tali yang sambung menyambung. Kau selalu berpikir kedepan lebih cepat dibanding orang lain. Kau yang pandai memberi solusi dari segala pembicaraan dan persoalan. Maaf karena terkadang aku kurang mengerti maksud bicaramu, mungkin ini karena keterbatasan otakku. Terima kasih, kau telah menyadarkanku untuk terus belajar dan belajar, agar kegigihan dan kerja keras mampu mengalahkan keterbatasan.

Untukmu si jujur. Selalu kagum melihatmu, terlalu berterus terang dengan segala keadaan. Sungguh mengherankan mendengar tutur katamu yang sangat terbuka, tak pernah malu-malu untuk mengutarakan apa yang diinginkannya. Sungguh, aku ingin belajar seperti dirimu, mengatakan apa yang tidak disuka dan yang disuka, berani bicara tentang yang benar dan yang salah. Namun, pikirku yang selalu ingin berdamai dengan keadaan, mengarahkanku untuk selalu menghindari konflik hingga memaksaku untuk selalu mengalah. Terima kasih, kau mengingatkanku untuk terus berkarya, berjuang, dan bekerja keras, meski dunia sibuk dengan urusannya masing-masing.

Teruntuk sahabatku, aku tahu semakin mengenal manusia hanya akan menimbulkan kekecewaan. Karena hanya Allah lah yang paling mengenal tiap hati manusia. Karena tiap manusia memang punya banyak kekurangan. Maka aku ingin berterima kasih untuk kalian semua, terima kasih telah hadir dalam hidupku, terima kasih telah menjadi bahan amatanku, terima kasih telah banyak memberi pelajaran untukku, terima kasih. Ternyata jalan cerita-Nya sungguh indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: