Homesick

Akhir-akhir ini saya merasa homesick stadium tinggi. Padahal cuma ninggalin rumah 3 hari aja tapi rasa seratus tahun. Padalah seminggu sekali selalu pulang ke rumah tapi rasanya udah ga ke rumah beratus-ratus tahun. Saking sakitnya, saya sampai memutuskan untuk PP kantor dan alhasil badan gemeteran dan dada sesek setelah naik motor 1.5 jam jarak 35 kilometer, fiuhh (Ini bukti kalo cewe teknik juga ada yang lemah). 😦

Alhamdulillah sekarang saya jadi semakin paham perasaan teman-teman kuliah yang berasal dari daerah yang jauuuuh banget. Saya jadi semakin salut sama mereka yang kuat untuk survive di tanah perantauan ini (read: Jakarta). Percayalah bagi saya ninggalin orang tua terutama Ibu adalah usaha terberat bagi seorang anak terutama anak perempuan. (I feel you sist 😥 )

Untuk semua perempuan perantau yang merindukan Ibu, semoga jarak jauhnya tidak menjauhkan bakti kita padanya, semoga waktu kebersamaan yang hilang tidak membuat kita menyesal di kemudian hari, semoga kita akan selalu menanamkan di hati bahwa surga ada di telapak kakinya, bukan di jenjang karir, gaji, kedudukan, gelar panjang, dan segala jenis kebanggaan itu. Semoga kita tidak menyesal.

Ah nulis ini jadi makin homesick 😭😭😭

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: