Masa Kritis

Saya merasa kini sedang berada di masa kritis. Masa yang setiap gerak-geriknya sangat berpotensi dosa, mungkin dulu juga sama potensinya, tapi saya merasa, sekarang makin kentara.

Mungkin dulu berbicara akrab dengan lawan jenis adalah hal biasa menurut saya, karena saya kuliah di fakultas teknik. Tapi kini tidak. Apalagi bicara dengan yang masih single. Saya merasa terlalu banyak jurang dosa disini. Karena dulu, saya dan teman-teman masih berstatus anak sekolahan yang sibuk belajar. Namun kini statusnya berubah, sebut saja mencari pendamping hidup. Maka pembicaraan yang ga penting-penting amat sangat saya hindari. Agar kata “cie ciee” tidak saya dengar. Kesel bawaannya kalo denger kata itu.

Mungkin dulu memberikan senyum ke semua orang yang saya temui adalah hal biasa. Senyum termasuk sedekah kan?. Tapi kini rasanya saya perlu mempertimbangkan lagi kepada siapa-siapa saja. Karena dulu saya merasa cuma anak kuliah yang sibuk belajar. Tapi kini, saya harus mengakui kalau saya juga seorang perempuan biasa, yang mungkin telah banyak menyebar fitnah tanpa saya sadari. Bukan, saya bukan merasa cantik. Saya hanya merasa malu bila menyepelekan perihal agama. Karena perintah menjaga pandangan bukan hanya untuk para perempuan cantik tapi untuk tiap perempuan yang beriman.

Ada begitu banyak cerita dari saudari-saudari saya tentang kehidupan pasca kampus mereka. Tentang beberapa laki-laki yang mendekatinya dengan cara-cara yang tidak pantas hingga terkesan meneror. Maka saya mulai paham mengapa banyak perempuan yang ingin segera menikah. Bukan, ini bukan karena mereka lelah dengan kehidupan hingga ingin menikah agar kelak suami mencukupi segala kebutuhan mereka. Ini lebih kepada wujud ketakutan mereka. Takut-takut dirinya adalah sumber dosa-dosa orang lain. Takut, jika dirinya ternyata menjadi penyebab sulitnya laki-laki menjaga pandangan. Takut, jika status singlenya menjadi fitnah bagi laki-laki disekelilingnya.

Di masa-masa seperti ini… saya merasa satu-satunya tempat berlindung hanya pada-Nya. Semoga Allah selalu menjaga kita dari segala yang haram dan mengarahkan kita hanya kepada yang halal, semoga.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: