Ramadhan (day 5) – Berlomba

Mungkin ini perasaan Umar, saat segala amal yang dilakukannya masih belum mampu mengungguli Abu Bakr. Mungkin ini perasaan Umar, saat setengah harta yang ia sedekahkan masih belum mengungguli Abu Bakr yang menyedekahkan seluruh hartanya. Mungkin ini perasaan Umar, yang selalu berlomba dengan Abu Bakr tapi masih kalah juga. 

Punya sahabat seperti Abu Bakr memang kadang memunculkan rasa ‘kalah’. Hingga terbesit kalimat di hati, “kenapa selalu dia yang lebih dulu berbuat baik?”, “kenapa keduluan lagi?“, “kenapa dia seolah mengambil semua kesempatan berbuat baik tanpa nyisain satupun untuk aku kerjain?“. 

Meski sering merasa ‘kalah’, mempunyai sahabat seperti Abu Bakr adalah rizki. Rizki untuk selalu berlomba dalam kebaikan hingga mati. Rizki agar kita selalu terjaga dan tidak bersantai hingga menyia-nyiakan waktu. 

Tapi semoga kita tidak pernah lupa, bahwa yang utama bukan siapa yang menang dan kalah, karena ridha Allah tetap harus yang utama.

Semangat buat yang sedang berlomba !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: