Ramadhan (Day 13) – Lingkungan

Gak terasa sudah hampir setengah bulan ramadhan menemani kita. Entah kenapa jadi panik sendiri. Karena sebentar lagi akan ada 10 hari terakhir ramadhan, terus ramadhan pergi dan harus nunggu setahun lagi, itu juga kalo sampai umurnya ke tahun depan. Entah kenapa pulang tarawih tadi malam, liat bulan sudah terang benderang dan nyaris bulat sempurna jadi makin panik.

Kadang saya suka berharap ingin ramadhan setahun penuh.

Oke, yang diatas tadi cuma intro yang mungkin gak nyambung dengan apa yang ingin saya tulis. Bismillah, saya mulai…


Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya weekend kemarin dimana saya mengikuti sebuah kegiatan yang MasyaAllah rasanya tiap detik kok berkah gini ya. Rasa bahagianya bingung saya ungkapkan. Kegiatan ini berlangsung 2 hari 2 malam. Kegiatan yang padat sekali jadwalnya menurut saya tapi rasa antusiasnya tetap terasa hingga akhir acara. Sebuah kegiatan untuk lebih dekat atau bahkan bermesra dengan qur’an yang sangat sulit saya ungkapkan rasa bahagianya. Quranic Camp nama acaranya.

Selama kegiatannya saya merasa takjub sendiri. Kanan saya, kiri, depan, belakang, di berbagai penjuru, semuanya memegang mushaf qur’an untuk mulai membaca dan menghafalnya. Ada yang berpasangan dengan satu orang membaca dan satu orang lagi menyimak dan memperbaiki bacaan serta hafalannya. Ada yang asyik sendiri bertilawah qur’an hingga air mata menetes. Perasaan saya?

Saya menemukan makna yang dalaaaaam sekali, bahwa lingkungan orang-orang shalih adalah penguat dan pelejit semangat untuk tetap istiqomah di jalan Allah paling manjur dan mujarab yang pernah ada.

Berada di lingkungan orang-orang dengan bacaan quran yang merdu dan membuat menangis benar-benar nikmat yang besar yang pernah saya rasakan.

Berada dekat di lingkungan anak-anak yang bacaan dan hafalannya jauh lebih baik dari saya adalah penyemangat hidup luar biasa yang pernah saya rasakan.

Berada diantara orang-orang shalih yang memiliki ilmu dan pengetahuan agama yang jauh lebih baik dari saya adalah kebahagiaan yang sangat besar hingga membuat rasa bahagia memakai toga tidak ada apa-apanya.

Selama 2 hari itu, saya merasakan keberkahan waktu yang besar, tentang quran yang terus membersamai, tentang perkenalan yang baru singkat tapi dekat, yang mengingatkan saya dengan sebuah tulisan dari Ust. Salim A fillah,

Kita telah merasa akrab sebelum saling berkenalan. Kita telah saling senyum dan menganggukkan kepala. Kita telah saling menyapa sebelum sempat saling menyebut nama. Diam-diam, dalam hati kita telah berseru, “Inilah saudaraku!”

Maka, inilah ruh-ruh yang diakrabkan dengan iman.

Inilah lingkungan yang akan selalu dirindukan. Lingkungan yang membuat Allah rasanya begitu dekat. Semoga kita tetap istiqomah menjaga Allah. Semoga kita senantiasa akrab dengan quran. Semoga kita, Allah masukkan kedalam lingkungan yang melejitkan kedekatan kita dengan Allah. Semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: