Kunang-Kunang

Apa kenangan masa kecil yang paling kamu ingat ?

“Menyaksikan kunang-kunang ditengah sawah diwaktu dini hari.”

Ya, itu adalah jawaban saya bila ditanya dengan pertanyaan seperti itu. Saya masih ingat kisahnya. Sebuah “kesulitan” yang malah membuat saya menyaksikan pemandangan yang menakjubkan.

Saat itu saya masih TK, kami sekeluarga pulang kampung dengan bus karena kampung kami yang sulit bila dijangkau dengan kereta. Bus yang kami tumpangi berjalan terlalu lambat dan beberapa kali terjebak macet yang tidak normal hingga singkat cerita kami sampai terlalu malam dari waktu perjalanan normal. Pukul 00.00 kami sampai di terminal dan sudah tidak ada angkutan umum. Pukul 02.00 akhirnya ada satu angkot yang bisa kami naiki meski hanya sampai pasar dimana masih lumayan jauh juga dengan rumah nenek waktu itu. Turun dari pasar, kami berjalan kaki ke rumah nenek, yang jaraknya jauuuuuh pokoknya. Selama perjalanan itu saya menggerutu terus dengan memegang baju Mama karena lumayan ketakutan lewat jalanan yang super gelap karena masih dini hari. Saya masih ingat beberapa kali menyeruduk Mama karena saya yang berjalan terlalu cepat saking ketakutannya, kanan kiri hanya ada sawah yang gelapnya ga kira-kira. Lalu setelah mulai berani memandang kanan kiri, saya mulai merasakan pemandangan kelap kelip seperti bintang tapi ini di bumi, aneh pikir saya, semakin dekat saya dekati ternyata itu kunang-kunang. Dan banyaaaaak sekali kunang-kunang. Saya berdiri dan berhenti berjalan cukup lama. Saya tersenyum sumringah sekali menyaksikan ini. Bapak membantu saya menangkap satu, agar saya bisa lebih dekat melihat seperti apa kunang-kunang itu, lalu melepasnya lagi.

Itu adalah momen masa kecil yang paling membahagiakan.

Menyaksikan kunang-kunang di tengah sawah diwaktu malam dini hari.

Dan kejadian itu, berawal dari sebuah “musibah” menurut saya.

Maka kisah kunang-kunang ini akan selalu menjadi penyemangat hidup saya, bahwa musibah apapun yang dihadapi, Allah pasti menyiapkan kebaikan dan keindahan di perjalanannya. Bila kita lebih sedikit peka. Hikmah itu ternyata tersebar disekitar.

Alhamdulillah Allah karuniai saya kisah kunang-kunang ini untuk menjadi bekal saya di perjalanan-perjalanan berikutnya. Alhamdulillah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: