Tau ga tempat curhat terbaik ?

Qur’an. Kita baca, lalu tiba-tiba muncul keajaiban seolah Allah menjawab masalah kita dari ayat quran yang sedang kita baca.

Ga percaya ? 

Buktiin aja. Allah sedekat itu loh, tapi kita lebih sering lupa.

Advertisements

Kunang-Kunang

Apa kenangan masa kecil yang paling kamu ingat ?

“Menyaksikan kunang-kunang ditengah sawah diwaktu dini hari.”

Ya, itu adalah jawaban saya bila ditanya dengan pertanyaan seperti itu. Saya masih ingat kisahnya. Sebuah “kesulitan” yang malah membuat saya menyaksikan pemandangan yang menakjubkan.

Saat itu saya masih TK, kami sekeluarga pulang kampung dengan bus karena kampung kami yang sulit bila dijangkau dengan kereta. Bus yang kami tumpangi berjalan terlalu lambat dan beberapa kali terjebak macet yang tidak normal hingga singkat cerita kami sampai terlalu malam dari waktu perjalanan normal. Pukul 00.00 kami sampai di terminal dan sudah tidak ada angkutan umum. Pukul 02.00 akhirnya ada satu angkot yang bisa kami naiki meski hanya sampai pasar dimana masih lumayan jauh juga dengan rumah nenek waktu itu. Turun dari pasar, kami berjalan kaki ke rumah nenek, yang jaraknya jauuuuuh pokoknya. Selama perjalanan itu saya menggerutu terus dengan memegang baju Mama karena lumayan ketakutan lewat jalanan yang super gelap karena masih dini hari. Saya masih ingat beberapa kali menyeruduk Mama karena saya yang berjalan terlalu cepat saking ketakutannya, kanan kiri hanya ada sawah yang gelapnya ga kira-kira. Lalu setelah mulai berani memandang kanan kiri, saya mulai merasakan pemandangan kelap kelip seperti bintang tapi ini di bumi, aneh pikir saya, semakin dekat saya dekati ternyata itu kunang-kunang. Dan banyaaaaak sekali kunang-kunang. Saya berdiri dan berhenti berjalan cukup lama. Saya tersenyum sumringah sekali menyaksikan ini. Bapak membantu saya menangkap satu, agar saya bisa lebih dekat melihat seperti apa kunang-kunang itu, lalu melepasnya lagi.

Itu adalah momen masa kecil yang paling membahagiakan.

Menyaksikan kunang-kunang di tengah sawah diwaktu malam dini hari.

Dan kejadian itu, berawal dari sebuah “musibah” menurut saya.

Maka kisah kunang-kunang ini akan selalu menjadi penyemangat hidup saya, bahwa musibah apapun yang dihadapi, Allah pasti menyiapkan kebaikan dan keindahan di perjalanannya. Bila kita lebih sedikit peka. Hikmah itu ternyata tersebar disekitar.

Alhamdulillah Allah karuniai saya kisah kunang-kunang ini untuk menjadi bekal saya di perjalanan-perjalanan berikutnya. Alhamdulillah.

Jika engkau ingin agar hatimu menjadi lunak, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.

-H.R. Ahmad-

Ramadhan (Day 24) – Waktu Berharga

Alhamdulillah sudah di hari ke-24 ramadhan. Alhamdulillah masih Allah sampaikan dihari ini meski ada orang lain yang usianya sudah tidak sampai bertemu lebaran, contohnya tetangga saya yang meninggal mendadak tadi pagi. Maka saya makin terhenyak untuk memanfaatkan tiap detik di sisa umur ini. Untuk menampar diri kalau perlu, agar tidak menyia-nyiakan tiap detik sisa ramadhan ini.

Yang waktunya tanpa kita sadari telah sia-sia dan nirfaedah semisal, baca story instagram, ngobrol tentang hal duniawi, nonton tv, atau tidur terlalu lama hingga kehilangan waktu ibadah malam, dan segala jenis bentuk kesia-siaan lainnya. Yang lebih parahnya lagi, kita tidak sadar telah menukar waktu berharga itu.

Waktu berharga dimana ibadahnya lebih dari seribu bulan.

Waktu yang sangat berharga hingga malaikat turun berdesakan.

Waktu yang terlalu berharga itu, menyedihkannya, kadang terlewat begitu saja. Tanpa disadari. Tanpa penyesalan.

Padahal kebaikan dan keuntungannya terlalu dan sangat berharga untuk dilewatkan. Astagfirullah.

Semoga mulai detik ini hingga akhir nanti, kita senantiasa sadar untuk terus memanfaatkan tiap waktu yang Allah beri dengan sebaik-baik ibadah dan setulus ikhlas perbuatan.

Semoga Allah mampukan.

Ramadhan (Day 13) – Lingkungan

Gak terasa sudah hampir setengah bulan ramadhan menemani kita. Entah kenapa jadi panik sendiri. Karena sebentar lagi akan ada 10 hari terakhir ramadhan, terus ramadhan pergi dan harus nunggu setahun lagi, itu juga kalo sampai umurnya ke tahun depan. Entah kenapa pulang tarawih tadi malam, liat bulan sudah terang benderang dan nyaris bulat sempurna jadi makin panik.

Kadang saya suka berharap ingin ramadhan setahun penuh.

Oke, yang diatas tadi cuma intro yang mungkin gak nyambung dengan apa yang ingin saya tulis. Bismillah, saya mulai…


Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya weekend kemarin dimana saya mengikuti sebuah kegiatan yang MasyaAllah rasanya tiap detik kok berkah gini ya. Rasa bahagianya bingung saya ungkapkan. Kegiatan ini berlangsung 2 hari 2 malam. Kegiatan yang padat sekali jadwalnya menurut saya tapi rasa antusiasnya tetap terasa hingga akhir acara. Sebuah kegiatan untuk lebih dekat atau bahkan bermesra dengan qur’an yang sangat sulit saya ungkapkan rasa bahagianya. Quranic Camp nama acaranya.

Selama kegiatannya saya merasa takjub sendiri. Kanan saya, kiri, depan, belakang, di berbagai penjuru, semuanya memegang mushaf qur’an untuk mulai membaca dan menghafalnya. Ada yang berpasangan dengan satu orang membaca dan satu orang lagi menyimak dan memperbaiki bacaan serta hafalannya. Ada yang asyik sendiri bertilawah qur’an hingga air mata menetes. Perasaan saya?

Saya menemukan makna yang dalaaaaam sekali, bahwa lingkungan orang-orang shalih adalah penguat dan pelejit semangat untuk tetap istiqomah di jalan Allah paling manjur dan mujarab yang pernah ada.

Berada di lingkungan orang-orang dengan bacaan quran yang merdu dan membuat menangis benar-benar nikmat yang besar yang pernah saya rasakan.

Berada dekat di lingkungan anak-anak yang bacaan dan hafalannya jauh lebih baik dari saya adalah penyemangat hidup luar biasa yang pernah saya rasakan.

Berada diantara orang-orang shalih yang memiliki ilmu dan pengetahuan agama yang jauh lebih baik dari saya adalah kebahagiaan yang sangat besar hingga membuat rasa bahagia memakai toga tidak ada apa-apanya.

Selama 2 hari itu, saya merasakan keberkahan waktu yang besar, tentang quran yang terus membersamai, tentang perkenalan yang baru singkat tapi dekat, yang mengingatkan saya dengan sebuah tulisan dari Ust. Salim A fillah,

Kita telah merasa akrab sebelum saling berkenalan. Kita telah saling senyum dan menganggukkan kepala. Kita telah saling menyapa sebelum sempat saling menyebut nama. Diam-diam, dalam hati kita telah berseru, “Inilah saudaraku!”

Maka, inilah ruh-ruh yang diakrabkan dengan iman.

Inilah lingkungan yang akan selalu dirindukan. Lingkungan yang membuat Allah rasanya begitu dekat. Semoga kita tetap istiqomah menjaga Allah. Semoga kita senantiasa akrab dengan quran. Semoga kita, Allah masukkan kedalam lingkungan yang melejitkan kedekatan kita dengan Allah. Semoga.

“Sekiranya hatimu bersih, kamu tak akan merasa puas dengan firman Tuhanmu” 

Utsman bin Affan r.a-

Barusan mendapat kalimat diatas di sebuah grup. Sebuah pengingat bahwa Qur’an adalah obat hati. Maka selama kita masih memiliki penyakit hati, kejenuhan dalam bertilawah pasti kita temui.

Tapi jangan sampai berhenti, karena nyatanya qur’an sedang mengobati hati kita. Jangan berhenti.

Ramadhan (day 5) – Berlomba

Mungkin ini perasaan Umar, saat segala amal yang dilakukannya masih belum mampu mengungguli Abu Bakr. Mungkin ini perasaan Umar, saat setengah harta yang ia sedekahkan masih belum mengungguli Abu Bakr yang menyedekahkan seluruh hartanya. Mungkin ini perasaan Umar, yang selalu berlomba dengan Abu Bakr tapi masih kalah juga. 

Punya sahabat seperti Abu Bakr memang kadang memunculkan rasa ‘kalah’. Hingga terbesit kalimat di hati, “kenapa selalu dia yang lebih dulu berbuat baik?”, “kenapa keduluan lagi?“, “kenapa dia seolah mengambil semua kesempatan berbuat baik tanpa nyisain satupun untuk aku kerjain?“. 

Meski sering merasa ‘kalah’, mempunyai sahabat seperti Abu Bakr adalah rizki. Rizki untuk selalu berlomba dalam kebaikan hingga mati. Rizki agar kita selalu terjaga dan tidak bersantai hingga menyia-nyiakan waktu. 

Tapi semoga kita tidak pernah lupa, bahwa yang utama bukan siapa yang menang dan kalah, karena ridha Allah tetap harus yang utama.

Semangat buat yang sedang berlomba !!!

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑